Oleh: asmacs | Mei 19, 2008

Renungan Ibu

Suatu ketika… Seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Menjelang diturunkan, dia bertanya kepada Tuhan,

“Pada malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia. Tetapi bagaimana cara saya hidup di sana? saya begitu kecil dan lemah.” kata si bayi.

Tuhan menjawab,

“Aku telah memilih satu melaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu.”

“Tapi di surga, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa,

ini cukup bagi saya untuk bahagia.” kata si bayi.

Tuhanpun menjawab,

“Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih bahagia.”

Si bayipun betanya kembali,

“Dan apa yang saya lakukan saat saya ingin berbicara dengan – Mu?”

Sekali lagi Tuan menjawab,

“Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana kamu berdoa.”

Si bayipun masih belum puas, ia bertanya lagi,

“Saya mendengar di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?”

Dengan penuh kesabaran Tuhan pun menjawab,

“Malaikatmu akan melindungimu dengan taruhan jiwanya sekalipun.”

Si bayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya,

“Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi.”

Dan Tuhanpun menjawab,

“Malaikatmu akan menceritakanmu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku. Walaupun sesungguhnya Aku selalu berada disimu.”

Saat itu surga begitu tanangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya, “Tuhan…jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahu siapa nama malaikat dirumahku nanti?”

Tuhanpun menjawab…

“Kamu dapat memanggil malaikatmu… IBU…”

Kenanglah Ibu yang menyayangimu. Untuk Ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi… Ingatlah engkau ketika, ibumu rela tidur tanpa selimut demi milihatmu tidur nyeyak dengan dua selimut membalut tubuhmu.

Ingatlah ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu ?

.dan ingatlah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit?

Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah

tempat kau dilahirkan.

Kembalilah memohon maaf pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu.

Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang. Ketika ibu telah tiada…

Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita,

Tak ada lagi senyman indah… tanda bahagia.

Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya.

Yang ada hanya baju  yang digantung di lemari kamarnya.

Tak ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata yang mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya.

Kembalilah segera… peluklah ibu yang selalu menyayangimu…

Ciumlah kaku ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya

Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya…

Oleh: asmacs | Mei 19, 2008

Kopi Stek Makin Digandrungi

Untuk mendukung produksi kopi berkualitas ekspor, masyarakat Kota Pagaralam kini mulai melirik atau mengembangkan kopi stek. Selain buahnya lebih banyak dari kopi biasa, perawatan kopi yang dikembangbiakkan melalui stek ini tidak rumit serta tahan hama.

Hanya saja, saat panen atau memetik buahnya, harus benar-benar matang atau masak. Hal ini untuk meningkatkan kualitas biji kopi yang akan dihasilkan nantinya. Sementara itu, hingga saat ini sudah hampir 60% petani kopi yang sudah berupaya untuk meningkatkan hasil panen atau buah kopi dengan melakukan stek.

Didi, 28, petani asal Pagar Banyu, mengungkapkan, sekarang ini untuk mengupayakan peningkatan hasil panen kopi dari biasanya, dirinya telah melakukan penyetekan terhadap pohon kopi yang ada di kebunnya.

Stek dilakukan untuk pohon kopi yang hasilnya sedikit, lalu dikawinkan dengan pohon yang buahnya banyak. Didi menjelaskan, untuk melakukan penyetekan tidak bisa dilakukan sembarangan, harus dipilih bibit kopi yang bagus.

“Untuk menyetek kiranya dapat memilih bibit yang baik. Ini agar hasil yang akan didapat nantinya dapat sesuai dengan apa yang diinginkan,” ujar Didi, seraya mengatakan bahwa dalam melakukan penyetekan diharapkan pada musim penghujan agar kopi yang distek tidak layu dan mati.

Bila kopi tidak dilakukan penyetekan, ulas Didi, maka paling banyak buah yang dihasilkan mencapai 1,5 kg per pohon. Tetapi, bila kopi stek ditambah dengan kualitas unggul, paling sedikit biji kopi yang dihasilkan 3 kg per pohon.

“Memang kopi stek hasilnya lebih banyak dari kopi yang tidak dilakukan penyetekan. Untuk kopi stek bisa menghasilkan biji hingga mencapai 5 kg per pohon. Bayangkan saja, jika semua petani melakukan penyetekan, pasti hasil yang didapatkan akan banyak,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kota Pagaralam HA Kadir mengatakan, saat ini petani kopi sudah banyak yang melirik pengembangan budi daya kopi stek.Dari hasil yang sudah dilakukan,petani memang cukup berhasil, buahnya cukup lebat.

“Untuk sekarang ada sejumlah daerah yang sudah membudidayakan kopi dengan cara stek dan sudah beberapa kali panen, seperti di Muarasiban, Kerinjing, Dempo Tengah dan sejumlah daerah lainnya,” tukasnya.

Kadir menjelaskan, sekarang pihaknya sedang melakukan uji coba terhadap 800 batang kopi stek. Jika berhasil, lahan dan pohon akan diperbanyak lagi menjadi 1.000–1.500 batang.

“Diharapkan semua petani untuk melakukan pengembangan budi daya kopi stek yang sudah banyak dikembangkan petani kopi di daerah Dempo Utara dan Dempo Selatan,” ujarnya. (yayan darwansah/SINDO)

Oleh: asmacs | Mei 19, 2008

BUDIDAYA TANAMAN KOPI

I.                Pendahuluan

Tanaman kopi merupakan komoditi ekspor yang cukup menggembirakan karena mempunyai nilai ekonomis yang relative tinggi di pasaran dunia, di samping itu tanaman kopi ini adalah salah satu komoditas unggulan yang dikembangkan di Jawa Barat.

Tanaman kopi jenis arabika sat ini mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi dibandingkan dengan kopi Robusta yang mana pada tahun 1990 harga kopi Arabika 1,85 U$D/Kg, sedangkan kopi Robusta 0,83 U$D/Kg.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan harga kopi Robusta di pasaran dunia antara lain :

  1. Kelangkaan pasok jenis kopi Arabika.
  2. Kopi robusta mengalami over supply.
  3. Penggunaan kopi Robusta semakin tinggi.
  4. Situasi pasaran dunia untuk jenis Robusta menurun sehingga ICO melakukan pemotongan kuota sebanyak 2 kali lipat dalam setahun.

Dari hal tersebut perlu adanya usaha pemilihan jenis kopi yang mempunyai nilai ekonomis dan rasa yang relatif baik serta yang tahan terhadap penyakit karat daun.  

Usaha untuk merebut peluang pasar kopi antara lain dengan Pengembangan tanaman kopi Arabika melalui kegiatan peremajaan, peluasan dan rehabilitasi tanaman kopi dari kopi Robusta menjadi kopi Arabika.

 

II.            Pengertian

1.                   Peremajaan

Peremajaan adalah usaha menggantikan tanaman yang secara ekonomis tidak menguntungkan lagi karena produktivitasnya rendah sehingga perlu diganti dengan yang baru dan dapat menghasilkan produktivitas yang tinggi.

2.                 Perluasan

Kegiatan perluasan adalah menanam tanaman kopi di areal baru yang lingkungannya sesuai dengan persyaratan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman kopi.

3.                 Rehabilitasi

Rehabilitasi kebun adalah kegiatan untuk memulihkan kondisi kebun ke keadaan yang lebih baik, sehingga produktivitasnya meningkat. Rehabilitasi tanaman ditujukan pada populasi tanaman yang telah berkurang karena kesalahan kultur teknis, serangan hama dan penyakit serta kekeringan yang akan akan mengakibatkan produktivitas tanaman per hektar rendah atau tidak menguntungkan untuk diusahakan.

III.       Budidaya Tanaman Kopi Arabika

Pada dasarnya untuk usahatani dan budidaya kopi arabika melalui kegiatan Perluasan, Peremajaan dan Rehabilitasi adalah sama seperti pada kegiatan penanaman baru, yaitu :

1.    Syarat Tumbuh

·        Lokasi

ü      Letaknyas terisolir dari pertanaman kopi varietas lain ± 100 meter.

ü      Lahan bebas hama dan penyakit

ü      Mudah pengawasan

 

·        Tanah

ü      PH tanah              : 5,5 – 6,5

ü      Top Soil              : Minimal 2 %.

ü      Strukrur tanah    : Subur, gembur ke dalaman relative > 100 cm.

·        Iklim

ü      Tinggi tempat      : 800 – 2000 m dpl

ü      Suhu                   : 15º C – 25º C.

ü      Curah hujan         : 1.750 – 3000 mm/thn

                                           Bulan kering 3 bulan

2.    Bahan Tanaman

Untuk perbanyakan tanaman di lapangan diperlukan Bibit Siap Salur dengan kriteria sebagai berikut :

ü      Sumber benih                  : Harus berasal dari kebun induk atau

                                              perusahaan yang telah ditunjuk.

ü      Umur bibit                      : 8 -12 bulan

ü      Tinggi                             : 20 -40 cm

ü      Jumlah minimal daun tua   : 5 – 7

ü      Jumlah cabang primer      : 1

ü      Diameter batang              : 5 – 6 cm

Kebutuhan bibit/ha

·        Jarak tanam                    : 1,25 m x 1,25 m

·        Populasi                           : 6.400 tanaman

Untuk sulaman                      : 25 %

3.    Penanaman

a.      Jarak Tanam

Sistem jarak tanam untuk kopi arabika antara lain :

ü      Segi empat        : 2,5 x 2,5 m

ü      Pagar                : 1,5 x 1,5 m

ü      Pagar ganda       : 1,5 x 1,5 x 3 cm

b.    Lobang Tanam

ü      Harus dibuat 3 bulan sebelum tanam.

ü        Ukuran lubang 50 x 50 x 50 cm, 60 x 60 x 60 cm, 75 x 75 x 75 cm atau 1 x 1 x 1 m untuk tanah yang berat.

ü      Tanah galian diletakan di kiri dan kanan lubang.

ü      Lubang dibiarkan terbuka selama 3 bulan.

ü      2 -4 minggu sebelum tanam, tanah galian yang telah dicampur dengan pupuk kandang yang masak sebanyak 15/20  kg/lubang, dimasukkan kembali ke dalam lubang.

ü      Tanah urugan jangan dipadatkan.

  1. Penanaman

ü      Penanaman dilakukan pada musim hujan

ü      Leher akar bibit ditanam rata dengan permukaan tanah.

4.     Pemeliharaan

a.      Penyiangan

·        Membersihkan gulma di sekitar tanaman kopi.

·        Penyiangan dapat dilakukan bersama-sama dengan penggemburan tanah

·        Untuk tanaman dewasa dilakukan 2 x setahun

b.     Pohon Pelindung

·        Penanaman pohon pelindung

ü      Tanaman kopi sangat memerlukan naungan untuk menjaga agar tanaman kopi jangan berbuah terlalu banyak sehingga kekuatan tanaman cepat habis.

ü      Pohon pelindung ditanam 1 – 2 tahun sebelum penaman kopi, atau memanfaatkan tanaman pelindung yang ada.

ü      Jenis tanaman untuk pohon pelindung antara lain lamtoro, dadap, sengon, dll.

 

·        Pengaturan pohon pelindung

ü      Tinggi pencabangan pohon pelindung diusahakan 2 x tinggi pohon kopi

ü      Pemangkasan pohon pelindung dilakukan pada musim hujan.

ü      Apabila tanaman kopi dan pohon pelindung telah cukup besar, pohon pelindung bisa diperpanjang menjadi 1 : 2 atau 1 : 4.

c.      Pemangkasan Kopi

·        Pangkasan Bentuk

ü      Tinggi pangkasan 1,5 – 1,8 m

ü      Cabang primer teratas harus dipotong tinggi 1 ruas

ü      Pemangkasan dilakukan di akhir musim hujan

·        Pangkasan Produksi

ü      Pembuangan tunas wiwilan (tunas air) yang tumbuh ke atas.

ü      Pembuangan cabang cacing dan cabang balik yang tidak menghasilkan buah.

ü      Pembuanagn cabang-cabang yang terserang hama penyakit.

ü      Pemangkasan dilakukan 3 – 4 kali setahun dan dikerjakan pada awal musim hujan.

·        Pangkasan Rejupinasi (pemudaan)

ü      Ditujukan pada tanaman yang sudah tua dan produksinya sudah turun menurun

ü      Pada awal musim hujan, batang dipotong miring setinggio 40 – 50 cm dari leher akar. Bekas potongan dioles dengan aspal.

ü      Tanah disekeliling tanaman dicangkul dan dipupuk

ü      Dari beberapa tunas yang tumbuh pelihara 1 -2 tunas yang pertumbuhannya baik dan lurus ke atas.

ü      Setelah cukup besar, disambung dengan jenis yang baik dan produksinya tinggi.

 

5.     Pemupukan

a.      Dosis pemupukan kopi per pohon adalah :

·  Umur 1 tahun            : 50 gr Urea, 40 gr TSP, dan 40 gr KCL.

·  Umur 2 tahun            : 100 gr Urea, 80 gr TSP, dan 80  gr KCL.

·  Umur 3 tahun            : 150 gr Urea, 100 gr TSP, dan 100 gr KCL.

·  Umur 4 tahun            : 200 gr Urea, 100 gr TSP, dan 100 gr KCL.

·  Umur 5-10 tahun       : 300 gr Urea, 150 gr TSP, dan 240 gr KCL.

·  Umur 10 thn keatas   : 500 gr Urea, 200 gr TSP, dan 320 gr KCL.

b.     Pupuk diberikan dua kali setahun yaitu awal dan akhir musim hujan masing-masing setengah dosis.

c.      Cara pemupukan dengan membuat parit melingkar pohon sedalam ± 10 cm, dengan jarak proyek tajuk pohon (± 1 m)

 

6.    Pengendalian Hama Penyakit.

a.      Hama

·        Hama Bubuk Buah

ü      Penyebab adalah sejenis kumbang kecil

ü      Menyerang buah muda dan tua

ü      Pengendalian dengan mekanis yaitu dengan mengumpulkan buah-buah yang terserang, secara kultur teknis dengan penjarangan naungan dan tanaman sedangkan secara chemis dengan Insektisida Dimecron 50 SCW, Tamaron, Argothion, Lebaycide, Sevin 85 S dengan dosis 2 cc / liter air.

·        Bubuk Cabang (Xyloborus moliberus)

ü            Menyerang/menggerek cabang dan ranting kecil 3 – 7 dari pucuk kopi.

ü            Daun menjadi kuning dan rontok kemudian cabang akan mongering.

ü            Pengendalian sama seperti pada hama bubuk buah.

b.     Penyakit

Penyakit Karat Daun

ü             Penyebab adalah sejenis Cendawan.

ü             Tanda serangan ada bercak-bercak merah kekuningan pada bagian bawah daun, sedangkan di permukaan daun ada bercak kuning. Kemudian daun gugur, ujung cabang muda kering dan buah kopi menjadi hitam kering dan kualitas tidak baik selanjutnya tanaman akan mati.

ü             Pengendalian secara kultur teknis dengan menanam jenis kopi arabika yang tahan sepertio S 333, S 288 dan S 795 serta menjaga agar kondisi FungisidaDithane M-45 dengan dosis 2 gr/liter air.

c.      Panen

·        Kopi Arabika mulai berbuah pada umur 4 tahun.

·        Petik buah yang betul masak dengan warna merah, tua agar menghasilkan kopi yang berkualitas.

·        Pada waktu panen (pemetikan) agar berhati-hati supaya tidak ada bagian pohon/cabang/ranting) yang rusak.

 

 

 

 

 

 

Penelitian inokulasi mikoriza secara

 

 

in vitro

pada planlet kopi telah

dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan dan rumah kaca Pusat Penelitian

Kopi dan Kakao Indonesia di Jember. Tujuan penelitian ini adalah untuk

mengetahui respons bibit kopi terhadap inokulasi mikoriza secara

 

 

in vitro

setelah

dipindah dari laboratorium ke rumah kaca dan ditanam pada media tanpa

penambahan fosfor (P) dan media diperkaya dengan fosfat alam serta frekuensi

penyiraman. Penelitian ini disusun menurut rancangan acak lengkap faktorial.

Faktor pertama adalah inokulasi jamur mikoriza,

 

 

Gigaspora margarita,

terdiri

atas tiga perlakuan yaitu kontrol, inokulasi

 

 

in vitro

di laboratorium dan inokulasi

di rumah kaca. Ketersediaan P media merupakan faktor kedua terdiri atas

dua perlakuan yaitu: tanpa penambahan P dan dengan penambahan fosfat alam.

Faktor ketiga merupakan frekuensi penyiraman terdiri atas 3 perlakuan yaitu:

disiram setiap 3, 6 dan 9 hari. Setiap perlakuan diulang tiga kali dan ditanam

pada media steril dan tidak steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada

interaksi antara faktor-faktor yang diuji terhadap pertumbuhan bibit kopi akan

tetapi tidak terdapat interaksi terhadap kepadatan spora dan serapan P jaringan.

Inokulasi

 

 

in vitro

di laboratorium diikuti penyiraman setiap tiga hari

Oleh: asmacs | Mei 19, 2008

Sejarah kopi

Kopi memiliki istilah yang berbeda-beda. Pada masyarakat Indonesia lebih akrab dengan sebutan kopi, di Inggris dikenal coffee, Prancis menyebutnya cafe, Jerman menjulukinya kaffee, dalam bahasa Arab dinamakan quahwa.

Sejarah kopi diawali dari cerita seorang penggembala kambing Abessynia yang menemukan tumbuhan kopi sewaktu ia menggembala, hingga menjadi minuman bergengsi para aristokrat di Eropa. Bahkan oleh Bethoven menghitung sebanyak 60 biji kopi untuk setiap cangkir kopi yang mau dinikmatinya.

Sejak penemuan tumbuhan kopi tersebut kemudian seorang sufi Ali Bin Omar dari Yaman menjadikan rebusan kopi sebagai obat penyakit kulit dan obat-obatan lainnya. Sehingga pada waktu itu kopi mendapat tempat terhormat di kalangan masyarakat negeri itu. Dari khasiat kopi tersebut akhirnya membawa kemakmuran bagi pemilik-pemilik kebun kopi, pengusaha kedai kopi, pedagang kopi, eksportir kopi, dan pemerintah di berbagai belahan dunia tanaman minuman beraroma khas itu ditanam.

Banyaknya khasiat yang didapat dari kopi, sehingga penyebarannya cukup pesat terutama di benua Eropa. Di Salerno, Italia, kopi telah dikenal pada abad kesepuluh. Setelah itu berlanjut dengan pembukaan kedai kopi bernama Botega Delcafe pada tahun 1645 yang kemudian menjadi pusat pertemuan cerdik pandai di negara pizza tersebut.

Di Kota London, coffee house pertama dibuka di George Yard di Lombat Sreet dan di Paris, kedai kopi dibuka pada tahun 1671 di Saint Germain Fair. Sedangkan di Amerika, kopi dijadikan sebagai minuman nasional di Amerika Serikat dan menjadi menu utama di meja-meja makan pagi. Meskipun perkembangan kopi begitu pesat pada abad-abad itu tetapi orang-orang Arab telah lebih dulu memonopolinya sebagai tanaman, dan mereka hanya mengekspor kopi yang sudah digoreng atau digonseng.

Sedangkan penyebaran tumbuhan kopi ke Indonesia dibawa seorang berkebangsaan Belanda pada abad ke-17 sekitar tahun 1646 yang mendapatkan biji arabika mocca dari Arabia ke Jakarta. Kopi arabika pertama-tama ditanam dan dikembangkan di sebuah tempat di timur Jatinegara, yang menggunakan tanah partikelir Kesawung yang kini lebih dikenal Pondok Kopi.

Kemudian kopi arabika menyebar ke berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Bogor, Sukabumi, Banten, dan Priangan, melalui sistem tanam paksa. Setelah menyebar ke Pulau Jawa, tanaman kopi kemudian menyebar ke daerah lain, seperti Pulau Sumatera, Sulawesi, Bali, dan Timor. “Bahkan kopi arabika yang semula ditanam di Brasil (negara produsen kopi terbesar di dunia) konon bibitnnya berasal dari Pulau Jawa,” ungkap Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jawa Timur Mudrig Yahmadi.

Dalam sejarahnya, Indonesia bahkan pernah menjadi produsen kopi arabika terbesar di dunia, walaupun tidak lama akibat munculnya serangan hama karat daun. Serangan hama yang disebabkan cendawan hemileia vastatrix tersebut menyerang tanaman kopi di Indonesia sekitar abad ke-19.

Meskipun demikian, sisa tanaman kopi arabika masih dijumpai di kantong penghasil kopi di Indonesia, antara lain dataran tinggi Ijen (Jatim), tanah tinggi Toraja (Sulsel), serta lereng bagian atas pegunungan Bukit Barisan (Sumatera), seperti Mandailing, Lintong dan Sidikalang (Sumut) serta dataran tinggi Gayo (DI Aceh).

Perjalanan kopi bukan begitu saja menjadi salah satu minuman dunia yang disenangi. Di Italia, pendeta-pendeta melarang umatnya minum kopi dan menyatakan bahwa minuman kopi itu dimasukkan sultan-sultan muslim untuk menggantikan anggur. Bukan hanya melarang tetapi juga menghukum orang-orang yang minum kopi.

Bahkan, tahun 1656, Wazir dan Kofri, Kerajaan Usmaniyah, mengeluarkan larangan untuk membuka kedai-kedai kopi. Bukan hanya melarang kopi, tetapi menghukum orang-orang yang minum kopi dengan hukuman cambuk pada pelanggaran pertama. Tetapi bertahun-tahun kemudian, pelarangan minum kopi di Timur Tengah lambat-laun terkikis, sehingga jika seorang suami melarang istrinya minum kopi, si istri tersebut bisa memakai alasan ini untuk minta cerai.

Di Swedia, konon Raja Gustaff ke II pernah menjatuhkan hukuman terhadap dua orang saudara kembar. Yang satu hanya dizinkan meminum kopi dan yang satu lagi diizinkan hanya teh. Siapa yang terlebih dahulu mati, maka dialah yang bersalah dalam satu tindak pidana yang dituduhkan terhadap mereka. Ternyata yang mati duluan adalah peminum teh pada usia 83 tahun.

Sejak itu orang-orang Swedia berbalik menjadi peminum kopi paling fanatik yang ada di dunia, sehingga sampai sekarang negara-negara Skandinavia kini peminum kopi tertinggi per kapita di dunia. Setiap orang bisa menghabiskan 12 kg lebih per tahun dibanding dengan di Indonesia yang hanya 0,6 kg per tahun.

Begitu bergengsinya minuman kopi ini, hingga Raja Frederick Agung dari Rusia pada tahun 1777 hanya memperbolehkan kalangan atas atau kelas bangsawan saja untuk menunjukkan kearistokratan kopi.
(dari berbagai sumber)

 

Oleh: asmacs | Mei 14, 2008

Berhentilah Mengeluh

Coba renungkan penyampaian ini sebelum Anda mulai mengeluhkan berbagai hal yang terjadi dalam hidup Anda…

01]. Hari ini sebelum Anda mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

02]. Sebelum Anda mengeluh tentang rasa dari makanan yang Anda santap,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

03]. Sebelum Anda mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

04]. Sebelum Anda mengeluh bahwa Anda buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

05]. Sebelum Anda mengeluh tentang suami atau istri Anda,
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

06]. Hari ini sebelum Anda mengeluh tentang hidup Anda,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

07]. Sebelum Anda mengeluh tentang anak-anak Anda
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

08]. Sebelum Anda mengeluh tentang rumah Anda yang kotor karena pembantu tidak mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

09]. Sebelum Anda mengeluh tentang jauhnya Anda telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10]. Dan di saat Anda lelah dan mengeluh tentang pekerjaan Anda,
Pikirkan tentang pengangguran,orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11]. Sebelum Anda menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa,,,

12]. Kita semua menjawab kepada Sang Pencipta
Dan ketika Anda sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan, tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa Anda masih hidup !

a. Life is a gift

b. Live it…

c. Enjoy it…

d. Celebrate it…

e. And fulfill it.

13]. Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu

14]. Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan

15]. Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan,
Mereka cantik/tampan karena Anda mencintainya,,,

16]. It’s true you don’t know what you’ve got until it’s gone,
but it’s also true You don’t know what you’ve been missing until it arrives!!!

Jadi……..berhentilah mengeluh, hadapilah manis pahitnya hidup dengan bersyukur terhadap semua yang telah Tuhan berikan….

Oleh: asmacs | Mei 14, 2008

Mulailah Dari Diri Sendiri

“Berusahalah untuk selalu menjadi pihak pertama yang menunjukkan cinta dan perhatian Anda kepada orang lain. Jangan menuntut perhatian dan cinta mereka untuk diperlihatkan lebih dahulu. Itulah satu- satunya cara yang saya ketahui untuk ke luar dari kegelapan hidup,” demikian dikatakan Ny.Eunice Chew (52 tahun), salah satu finalis pemilihan ibu teladan se-Singapura tahun ini.

Diadopsi oleh pasangan Teochew yang kaya-raya dan sudah memiliki seorang putra tapi masih ingin punya anak perempuan, maka masa kanak- kanak Chew dipenuhi kemewahan. Liburan keluarga sering dilewatkan di luar negeri.

Pasangan Teochew menyayangi putrinya dengan cara mereka. Menurut cerita Chew, mereka adalah produk pendidikan kuno yang tidak mengenal pelukan kepada anak-anak untuk meyakinkan mereka dari waktu ke waktu bahwa orangtua menyayangi anak-anak.

Akibatnya, Chew tumbuh menjadi wanita yang haus kasih sayang. Ia menikah pada usia 17 tahun dengan seorang pegawai transportasi yang bangkrut. Dari pria itu diharapkannya akan datang
kasih sayang yang dicarinya.

Ternyata ia menikah dengan pria yang suka menyiksa istri. Perkawinan itu bertahan lima tahun, dikaruniai dua anak. Tak lama setelah bercerai, ayah angkat Chew wafat karena sakit.
Pembagian warisan menimbulkan pertikaian di dalam keluarga besar Teochew. Akhirnya Chew
ternyata tidak kebagian apa-apa selain kewajiban mengurusi ibu angkatnya yang sudah buta dan lumpuh. Chew menjual susu coklat Milo untuk menyambung hidupnya.

“Ini pengalaman pertama saya harus bekerja mencari uang. Setiap malam saya menangis karena tidak mengerti berbisnis. Apa yang harus dikatakan dan bagaimana mengatakannya?,” kata Chew dalam wawancara kepada harian Singapura The Straits Times.

Ia bertahan dua tahun di pekerjaan itu.

“Bagaimanapun susahnya saya mendapatkan uang, saya selalu memastikan bahwa ibu mendapat ayam goreng dan ikan setiap hari. Dia memang buta dan lumpuh, tetapi dia membantu saya mengurus anak-anak sehingga saya bisa bekerja mencari uang,” katanya.

Ia kemudian ganti pekerjaan, menjadi koki sebuah toko makanan.
Sekitar dua tahun kemudian ganti lagi menjadi penjual pakaian. Setiap hari ia membopong empat kantong penuh berisi baju untuk dijual. Tentu saja dengan menumpang kendaraan umum.

Pada waktu bersamaan, ia menambah pekerjaannya dengan dua hal lain, yaitu menjadi makelar rumah dan mobil bekas, serta memanfaatkan bakatnya di bidang seni. Setiap malam Chew mendesain beberapa pola kain untuk sebuah perusahaan garmen di Jepang. Lumayan pendapatannya. Tapi akhir 1970-an, pasar retail tekstil melemah, Chew beralih menjadi pelayan restoran.

Beberapa lama kemudian meningkat jadi pimpinan pelayan dan kemudian menjadi manajer untuk bidang seni.

“Ketika itu saya mulai sering terbang ke luar negeri untuk bernegosiasi dengan artis-artis terkenal agar mereka tampil di restoran saya. Sementara itu, saya tetap meneruskan pekerjaan sambilan yang dulu, yaitu menjual rumah dan mobil, baik yang baru maupun bekas pakai.”

Chew kemudian berhasil mengumpulkan uang cukup banyak untuk mendirikan bisnis sendiri di bidang perlengkapan mode, tetapi dua asistennya kemudian membawa pergi semua tabungannya.

“Ketika itu saya sedang sangat membutuhkan uang karena ibu berkali- kali masuk-ke luar rumah sakit. Hidup saya yang tadinya sudah enak, harus mulai dibangun lagi dari nol. Betapa bodohnya saya mempercayai mereka dengan uang sedemikian banyak,” kata Chew.

Sempat terlintas pikiran untuk bunuh diri, tetapi bagaimana nasib anak-anak kelak? “Saya bersyukur memiliki teman-teman yang memberi dukungan moral dan bahkan meminjamkan uang. Atas bantuan mereka, saya berhasil melewati kesulitan.”

Chew sekarang memiliki penghasilan besar dari merawat orang-orang Indonesia yang berduit, yang sedang dirawat di Singapura karena baru melahirkan atau sedang terbaring di rumah sakit. Ia juga menjalankan bisnis yang amat menguntungkan juga, yaitu membuat dan menjual tonik tradisional Tiongkok.

Chew menambah kegiatannya dengan menjadi konsultan tanpa bayaran bagi kaum istri yang menderita karena suaminya tidak setia, dan bagi orang- orang yang lama menderita sakit, atau berpenyakit tak tersembuhkan.

“Hidup telah mengajarkan saya bahwa selalu ada jalan ke luar dari setiap kesulitan. Pasti ada solusi yang masuk akal,” kata Chew. “Yang Anda butuhkan adalah waktu untuk menenangkan diri, mengatasi gejolak emosi, dan melangkah setapak demi setapak.”

Ia menyarankan kepada mereka yang menghadapi kesulitan, agar menulis daftar kesulitan itu pada sehelai kertas. Kemudian bacalah apa yang ditulis itu, dan tanyakan pada diri sendiri, ‘Apa hal terkecil yang dapat saya lakukan hari ini untuk mengatasi kesulitan itu?’

“Gelindingkan batu-batu karang yang kecil dari hidup Anda, sampai akhirnya Anda punya kekuatan untuk mendorong batu karang yang besar. Saya melihat orang-orang yang sakit berusaha keras untuk bisa hidup. Dunia ini berubah terus sepanjang waktu. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Maka jangan sakiti hati siapapun. Selalu pertimbangkan perasaan orang lain terlebih dahulu, bukan perasaan Anda sendiri.

Kita memang cenderung untuk melihat sisi buruk orang lain, walaupun karakter mereka mungkin 99 persennya baik, hanya satu persen yang buruk. Mengapa tidak bersabar dengan memberikan
mereka waktu untuk menunjukkan yang 99 persen itu?

Di pagi hari, Anda dapat membuatkan minuman panas untuk keluarga Anda, dan duduk menemani mereka beberapa menit, kemudian memeluk dan menciumi mereka sebelum semuanya pergi ke tempat kerja atau ke sekolah. Sekitar 10 menit sebelum tidur malam setiap hari, berkumpullah bersama keluarga untuk berbagi cerita mengenai peristiwa sepanjang hari tadi,” demikian Ny.Chew.

Oleh: asmacs | Mei 14, 2008

Mengenal, Lebih Penting

Alkisah, pada suatu hari, diadakan sebuah pesta emas peringatan 50 tahun pernikahan sepasang kakek -nenek. Pesta ini pun dihadiri oleh keluarga besar kakek dan nenek tersebut beserta kerabat dekat dan kenalan.

Pasangan kakek-nenek ini dikenal sangat rukun, tidak pernah terdengar oleh siapapun bahkan pihak keluarga mengenai berita mereka perang mulut. Singkat kata, mereka telah mengarungi bahtera pernikahan yang cukup lama bagi kebanyakan orang. Mereka telah dikaruniai anak-anak yang sudah dewasa dan mandiri baik secara ekonomi maupun pribadi. Pasangan tersebut merupakan gambaran sebuah keluarga yang sangat ideal.

Di sela-sela acara makan malam yang telah tersedia, pasangan yang merayakan peringatan ulang tahun pernikahan mereka ini pun terlihat masih sangat romantis. Di meja makan, telah tersedia hidangan ikan yang sangat menggiurkan yang merupakan kegemaran pasangan tersebut.

Sang kakek pun, pertama kali melayani sang nenek dengan mengambil kepala ikan dan memberikannya kepada sang nenek, kemudian mengambil sisa ikan tersebut untuknya sendiri.

Sang nenek melihat hal ini, perasaannya terharu bercampur kecewa dan heran. Akhirnya sang nenek berkata kepada sang kakek: “Suamiku, kita telah melewati 50 tahun bahtera pernikahan kita. Ketika engkau memutuskan untuk melamarku, aku memutuskan untuk hidup bersamamu dan menerima dengan segala kekurangan yang ada untuk hidup sengsara denganmu walaupun aku tahu waktu itu kondisi keuangan engkau pas-pasan. Aku menerima hal tersebut karena aku sangat mencintaimu. Sejak awal pernikahan kita, ketika kita mendapatkan keberuntungan untuk dapat menyantap hidangan ikan, engkau selalu hanya memberiku kepala ikan yang sebetulnya sangat tidak aku suka, namun aku tetap menerimanya dengan mengabaikan ketidaksukaanku tersebut karena aku ingin membahagiakanmu. Aku tidak pernah lagi menikmati daging ikan yang sangat aku suka selama masa pernikahan kita. Sekarangpun, setelah kita berkecukupan, engkau tetap memberiku hidangan kepala ikan ini. Aku sangat kecewa, suamiku. Aku tidak tahan lagi untuk mengungkapkan hal ini.”

Sang kakek pun terkejut dan bersedihlah hatinya mendengarkan penuturan Sang nenek. Akhirnya, sang kakek pun menjawab, “Istriku, ketika engkau memutuskan untuk menikah denganku, aku sangat bahagia dan aku pun bertekad untuk selalu membahagiakanmu dengan memberikan yang terbaik untukmu. Sejujurnya, hidangan kepala ikan ini adalah hidangan yang sangat aku suka. Namun, aku selalu menyisihkan hidangan kepala ikan ini untukmu, karena aku ingin memberikan yang terbaik bagimu. Semenjak menikah denganmu, tidak pernah lagi aku menikmati hidangan kepala ikan yang sangat aku suka itu. Aku hanya bisa menikmati daging ikan yang tidak aku suka karena banyak tulangnya itu. Aku minta maaf, istriku.”

Mendengar hal tersebut, sang nenek pun menangis. Merekapun akhirnya berpelukan. Percakapan pasangan ini didengar oleh sebagian undangan yang hadir sehingga akhirnya merekapun ikut terharu.

Kadang kala kita terkejut mendengar atau mengalami sendiri suatu hubungan yang sudah berjalan cukup lama dan tidak mengalami masalah yang berarti, kandas di tengah-tengah karena hal yang sepele, seperti masalah pada cerita di atas.

Kualitas suatu hubungan tidak terletak pada lamanya hubungan tersebut, melainkan terletak sejauh mana kita mengenali pasangan kita masing-masing.

<!– –>

Oleh: asmacs | Mei 14, 2008

MENIKMATI KEBOSANAN

Ini sebuah cerita ringan tentang kebosanan.

Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu : “Sebenarnya apa itu perasaan ‘bosan’, pak tua?”

Pak Tua : “Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu.”

Tamu : “Kenapa kita merasa bosan?”

Pak Tua : “Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki.”

Tamu : “Bagaimana menghilangkan kebosanan?”

Pak Tua : “Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya.”

Tamu : “Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?”

Pak Tua: “Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?”

Tamu : “Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua.”

Pak Tua : “Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang.”

Tamu: “Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?”

Pak Tua : “Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya.”

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.

Tamu : “Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?”

Pak Tua : “Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan.”

Tamu : “Contohnya?”

Pak Tua : “Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu.”

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.

Tamu : “Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban pun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?”

Sambil tersenyum Pak Tua berkata: “Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria.”

<!– –>

Oleh: asmacs | Mei 14, 2008

Makna Kehidupan

Tuhan yang Maha Baik memberi kita ikan,

tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya.
Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat,
mungkin kamu tidak akan pernah mulai.
Mulailah sekarang…
mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya.

Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai,
tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.

Perkawinan memang memiliki banyak kesusahan,
tetapi kehidupan lajang juga memiliki suka-duka.
Buka mata kamu lebar-lebar sebelum menikah,
dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya.

Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya
sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya.
Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah
hati seorang wanita.

Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga
Persahabatan sejati layaknya kesehatan,
nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.

Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu
dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.
Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga kita.

Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan,
tapi jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain…
tapi menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu.

Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.
Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai diwaktu kamu susah.
Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman,
jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.

Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya
dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya
tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan
kalau kamu tidak bisa melihat keduanya.

Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan,
kegunaannya terletak pada penerapan yang benar,
orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal,
sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.

Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja,
tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta.
Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar
meskipun terbukti salah.

Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan
kita adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.

Kamu tak bisa mengubah masa lalu….
tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan.

Bila Kamu mengisi hati kamu ….
dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan,
Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri.

Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan
dan hari esok tanpa rasa takut,
berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju sukses.

<!– –>

Tulisan Sebelumnya »

Kategori