Penelitian inokulasi mikoriza secara
in vitro
dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan dan rumah kaca Pusat Penelitian
Kopi dan Kakao Indonesia di Jember. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui respons bibit kopi terhadap inokulasi mikoriza secara
in vitro
dipindah dari laboratorium ke rumah kaca dan ditanam pada media tanpa
penambahan fosfor (P) dan media diperkaya dengan fosfat alam serta frekuensi
penyiraman. Penelitian ini disusun menurut rancangan acak lengkap faktorial.
Faktor pertama adalah inokulasi jamur mikoriza,
Gigaspora margarita,
atas tiga perlakuan yaitu kontrol, inokulasi
in vitro
di rumah kaca. Ketersediaan P media merupakan faktor kedua terdiri atas
dua perlakuan yaitu: tanpa penambahan P dan dengan penambahan fosfat alam.
Faktor ketiga merupakan frekuensi penyiraman terdiri atas 3 perlakuan yaitu:
disiram setiap 3, 6 dan 9 hari. Setiap perlakuan diulang tiga kali dan ditanam
pada media steril dan tidak steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada
interaksi antara faktor-faktor yang diuji terhadap pertumbuhan bibit kopi akan
tetapi tidak terdapat interaksi terhadap kepadatan spora dan serapan P jaringan.
Inokulasi
in vitro
di laboratorium diikuti penyiraman setiap tiga hari
gtfFT ,
hydrocodone, adipex, ambien, ativan lorazepam, ephedra diet pill, diet pill xanax, alprazolam effects side xanax,
222 ,
Oleh: hoveenrorne on Februari 25, 2009
at 4:10 am
Kunjungi ya zerock07.multiply.com
Oleh: mundirun on Oktober 23, 2009
at 9:24 am