Oleh: asmacs | Maret 26, 2008

titik layu

Bila terjadi hujan berat pada suatu daerah maka air hujan akan masuk kedalam tanah (infiltrasi) melalui pori-pori tanah. Mula-mula yang terisi air adalh pori mikro. Jika air berlebih (kondisi jenuh air) pori makro-pun akan terisi air. Akbat gaya grafitasi air pori ini akan terus ditarik kebawah dan jika sudah tidak ada penambahan air dari atas , sedikitnndemi sedikit air yang berada pada pori makro akan dig anti dengan  udara kembali sehingga terjadilah proses pengatusan.            Peristiwa pengatusan sampai titik optimum (48 jam), kondisi lengas tanah setelah pengatusan inidikenal sebagai kapasitas lapang . pada kondisi kapaitas lapang ini ditentukan tegangan padaair permukaan mineral air setelah tanah setara dengan sepertiga bar . tekanan pada permukaan mineral tanah ini semakin kuat jika air tana semakin menipis (menyusut).            Tanamn mampu mengabssorsi air tanah jika tegangan air tanah lebih kecil dari daya hisap akar , sebaliknya jika tegangan air air tanah lebih besar dari pada daya absosi air,maka air tidak mampu di absorsi tanaman. Ini berakibattanamn kekurangan air yang di tandai kelakuan pada daun-daunnya. Keadaan tertentu di mana air tanah tidak mampu lagi di absorsi oleh akar tanaman dikenal sebagai  titik layu permanen.            Air tersedia bagi tanaman pada kondisi kapasitas lapang sampai sedikit diatas titik layu permanen atau selisih kadar air antara kapasitas lapang dengan titik layu permanen di sebut dengan air tersdia bagi tanaman. Intensitas dan lama penyiraman matahari berpengaruh langsung pada laju evaporasi , semakin tinggi intensitas dan semakin lama penyiraman matahri berakibat evaporasi juga semakin tinggi. Sehingga kadar air tanah juga semakinmenyusut juga. Keadaan air pada permukaan partikel tanah yang tinggal selaput ti[is dan tidak dapat dimafaatkanlagi oleh tanaman disebut air hikroskopis. Lapisan ini tertahan sangat kuat oleh pertikel tanah dan tidak enguap dalam keadaan biasa.            Selam perubahnnya, tanaman memerlukan air untuk prose fotosintesa dan diperkukan juga media sebagai media transfortasi hasil fotosintesa guna prose  penyusunan organel-organel tanamn itu sendiri  kebutahan aor biasanya meningkat sesuai dengan aktivitas yanaman dan pertambahan umur tanaman akan mnurun setalah tannaman tua. 


Responses

  1. maksih atas infonya cuma ada yang kurang……….
    banyak salah ketik yang harus d edit lagi dech…………🙂

  2. bisa dikasih info berapa nilai titik layu permanen pada tanah yang telah dijenuhkan selama 24 jam…?
    terimakasih

  3. […] https://asmacs.wordpress.com/2008/03/26/titik-layu/ […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: