Oleh: asmacs | Maret 31, 2008

KLON-KLON UNGGUL KOPI ROBUSTA

Salah satu penyebab rendahnya produktivitas kopi robusta Indonesia adalah masih belum digunakannya bahan tanam unggul sesuai kondisi lingkungan setempat. Kebiasaan menggunakan bahan tanam (benih) dari pohon yang berbuah lebat atau bahkan dari benih sapuan masih banyak dijumpai. Hal ini menyebabkan produktivitas rata-rata per tahun rendah sebagai akibat tanaman mengalami pembuahan lebat dua tahun sekali.
Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas kopi robusta adalah dengan perbaikan bahan tanam. Penggantian bahan tanam anjuran dapat dilakukan secara bertahap, baik dengan metoda sambungan di lapangan pada tanaman kopi yang telah ada maupun penanaman baru dengan bahan tanaman asal stek. Adapun klon-klon kopi robusta yang dianjurkan adalah BP42, BP234, BP288, BP358, BP409 dan SA237, sedangkan enam klon lain yang baru saja dilepas adalah BP346, BP534, BP920, BP936, BP939 dan SA203. Mengingat kopi robusta bersifat menyerbuk silang, maka penanamannya harus poliklonal, 3 – 4 klon untuk setiap satuan hamparan kebun. Demikian pula sifat kopi robusta yang sering menunjukkan reaksi berbeda apabila ditanam pada kondisi lingkungan berbeda, maka komposisi klon kopi robusta untuk suatu kondisi lingkungan tertentu harus berdasarkan pada stabilitas daya hasil, kompatibilitas (keserempakan saat berbunga) antar klon untuk kondisi lingkungan tertentu, serta keseragaman ukuran biji. Adapun komposisi klon yang dapat dipilih untuk setiap tipe iklim dan ketinggian tempat tertentu diuraikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Komposisi klon kopi robusta untuk setiap tipe
iklim dan tinggi tempat agar memberikan potensi produksi yang tinggi.
Iklim Tinggi Tempat > 400 m dpl < 400 m dpl
A atau B KLON BP42 : BP234 : BP358 : SA 237 = 1 : 1 : 1 : 1 KLON BP42 : BP234 : BP358 = 2 : 1 : 1
KLON BP436 : BP534 : BP920 : BP936 = 1 : 1 : 1 : 1
C atau D KLON BP42 : BP234 : BP490 = 2 : 1 : 1 KLON BP42 : BP234 : BP288 : BP409 = 1 : 1 : 1 : 1
KLON BP936 : BP939 : SA203 = 1 : 1 : 1 : 1

Untuk daerah Lampung klon yang dianjurkan adalah BP436, klon BP543, klon BP936 dan klon BP939 atau klon BP920.

BAHAN TANAM

a. Pemilihan komposisi klon berdasarkan kondisi lingkungan.
Untuk menyusun komposisi klon kopi robusta yang sesuai untuk setiap kondisi lingkungan diperlukan data tipe iklim (menurut klasifikasi Schmidt & Ferguson), serta tinggi tempat daerah penanaman. Ketinggian optimal yang dianjurkan untuk penanaman kopi robusta apabila dikaitkan dengan cita rasa adalah 500 – 700 m dpl. Komposisi yang dianjurkan untuk ketinggian tempat di atas atau dibawah 400 m dpl. Dengan tipe iklim A/B serta C/D tercantum dalam Tabel 1.


b. Sumber dan kebutuhan bahan tanam
Bahan tanaman klonal kopi harus berasal dari kebun entres resmi, yang dapat berupa entres maupun setek berakar. Untuk penanaman baru sebaiknya tidak menggunakan teknik penyambungan dengan batang bawah melainkan dengan setek berakar, kecuali untuk daerah-daerah bermasalah, misalnya pada daerah endemik nematoda. Hal ini mengingat penggunaan batang bawah mempunyai resiko terjadi kekeliruan klon, yaitu apabila yang tumbuh bukan klon atasnya.
Kebutuhan bahan tanaman berupa setek berakar, jumlah setek yang perlu disiapkan untuk setiap hektar perlu ditambah 20% dari jumlah populasi tanaman yang direncanakan. Populasi tanaman per hektar ditentukan oleh jarak tanam yang dipilih, seperti tertera dalam Tabel 2.


Tabel 2. Jarak tanam kopi robusta sesuai kemiringan
tanah dan kebutuhan bahan tanaman per
hektar.

Kemiringan tanah Jarak tanam
(m) Populasi Kebutuhan setek berakar
Landai (0-15%): 2,5 x 2,5 1.600 1.920
tanpa teras /teras 2,75 x 2,75 1.322 1.587
individu 2 x 3,5 1.428 1.714
2,5 x 3 1.333 1.600
2 x 2 x 4 1.660 1.990
2,5 x 2,5 x 3,5 1.333 1.600
Miring (>15%)
Teras bangku 2 x 2,5 2.000 2.400

TATA TANAM

Untuk lahan dengan kemiringan tanah kurang dari 15%, tiap klon ditanam dalam lajur yang sama, berseling dengan klon yang lain. Pergantian klon dengan yang lain klon mengikuti arah timur-barat. Apabila kemiringan tanah lebih dari 15% tiap klon diletakkan dalam satu teras, diatur dengan jarak tanam sesuai lebar teras. Hal ini mengantisipasi apabila, dikemudian hari dilakukan penyulaman, selain memudahkan penelusuran klon juga tidak mengubah imbangan komposisi klon (Gambar 1).

Gambar 1. Contoh tata tanam empat klon kopi robusta
yang ditata dengan jarak tanam pagar ganda
= 2,5 m x 2,5 m x 3,5 m.
Keterangan :
X ? jarak tanam 2,5 m
? ? jarak tanam 2,5 m
? ? jarak tanam 3,5 m


Hasanah
Tabel 3. Sifat-sifat agronomi penting klon-klon kopi robusta anjuran

Sifat Agronomi Klon
BP436 BP534 BP936 BP939
Bentuk daun dan warna daun Bulat telur ujung runcing melengkung kedudukan daun terhadap tangkai tega, daun berwarna hijau pucat (kekuningan), pupus hijau muda kemerahan Bulat meman-jang, lebar daun sempit, helai daun seperti belulang, sirip daun tegas, daun tua berwarna hijau, sering mosaik, pupus berwarna hijau kecoklatan Bulat telur, lebar meman-jang, ujung membulat tumpul agak lebar, pupus berwarna hijau coklat muda, daun tua hijau sedang, melung-kup ke bawah Oval bersirip tegas dan rapat, helaian daun kaku, tepi daun mengeru-puk, ujung daun tumpul berwarna hijau sedang, pupus hijau kecoklatan
Buah Buah muda ada diskus kecil, dompolan sangat rapat. >400 m dpl masak serempak berwarna merah anggur, < 400 m dpl masak tidak serempak Berukuran besar, buah muda kuning pucat beralur putih, diskus seperti cincin menonjol, dompolan buah rapat dan lebat Membulat mem-besar, permuka-an halus, buah muda hijau bersih, masak seragam, letak buah tersembu-nyi di balik cabang daun Dalam dompolan lebat dan rapat, jarak antara dompolan lebar, berukuran agak kecil berbentuk lonjong, permuka-an buah ada garis putih
Biji Biji kecil – sedang ukuran beragam Sedang – besar Sedang – besar Medium
Saat Pembungaan >400 m dpl berbunga akhir, <400 m dpl. Awal-akhir Agak akhir – akhir (masa panjang) Agak awal Akhir (lambat)
Produktivitas ( Kg kopi biji /Ha/Th) 1.600-2.800 1.000-2.800 1.800-2.800 1.600-2.800


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: